Pages

Subscribe:

18 Mei 2010

Ujian Nasional (UN) Ulangan Bahasa Indonesia Terbanyak

Pelajajar SMP, MTs yang belum lulus ujian nasional (UN) utama mengikuti UN ulang. Dari data Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, peserta Bahasa Indonesia terbanyak yaitu mencapai 1.256 pelajar.

UN ulang diadakan 17-20 Mei 2010. Di Pekanbaru, lokasi ujian dipusatkan di tujuh lokasi yaitu SMPN 5, SMPN 9, SMPN 21, SMPN 17, SMPN 6, MTs Negeri, MTs Bukitraya.
‘’Jumlah peserta terbanyak yang mengikuti ujian ulang adalah peserta pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yakni sebanyak 1.256 pelajar, Bahasa Inggris 601, Matematika 375, dan mata pelajaran IPA sebanyak 322 pelajar,’’ ujar Kepala Disdik Pekanbaru Yuzamri kepada Riau Pos, Ahad (16/5). Ia menjelaskan, pada hari pertama diujikan Bahasa Indonesia, hari kedua Bahasa Inggris, hari ketiga Matematika, dan hari keempat IPA.
Tentang pengawasan, Yuzamri menyebut pengawasan ujian ulang sama ketatnya dengan UN utama. ‘’Guru pengawas tetap sistem silang dan setiap satu ruang kelas ada dua guru pengawasnya,’’ terangnya.
Pelajar yang ikut UN ulang, adalah mereka yang dengan nilai mata pelajarannya belum mencapai standar kelulusan yaitu 5,5. ‘’Dan jika pada ujian ulang kali ini masih ada pelajar yang belum dapat dinyatakan lulus, dan tidak hadir pada ujian ulang kali ini, maka mereka masih memiliki kesempatan untuk ujian Paket C pada sekitar bulan September dan Oktober mendatang,’’ katanya.
Terkait hal tersebut, Disdik mengimbau para kepala sekolah untuk proaktif menghubungi pelajar yang tidak lulus untuk memanfaatkan kesempatan ujian pengulangan. Kepala sekolah juga diminta memberi bimbingan intensif para pelajarnya supaya lebih siap dan memperoleh hasil yang lebih baik dalam ujian pengulangan tersebut. Demikian pula para pelajar juga diharap tidak berkecil hati dan memanfatkan peluang yang tersedia.
Seperti diketahui, pada kelulusan UN utama yang diumumkan 7 Mei lalu, sebanyak 1.725 dari 13.665 pelajar tidak lulus UN utama an harus mengulang. Tingkat kelulusan tahun ini anjlok sembilan peringkat dari tahun sebelumnya. Di mana Pekanbaru pada 2009 menduduki peringkat pertama se-Riau dengan persentase kelulusan 96 persen, sedangkan 2010 turun ke peringkat sembilan dengan persentase kelulusan 87,38 persen

1 komentar:

window of the Worlds mengatakan...

Ini merupakan cambuk bagi kita semua, rupanya kita belum memadai menggunakan bahasa Indonesia. Jangan bantah dulu dengan mengatakan semua kita sudah pandai berbahasa Indonesia. Rata-rata orang Indonesia hanya mahir bahasa Indonesia dalam bahasa lisan. Bahasa tulisan masih banyak kita harus belajar. Menemukankalimat utama dalam paragraph saja, jangankan anak-anak, mahasiswa dan guru saja masih banyak yang belum mampu. Dan pada guru bahasa Indonesia ini tantangan, "Mari kita jadikan bahasa Indonesia lebih mudah dari bahasa Inggris"

Posting Komentar